Rabu, 28 November 2007

E-learning

E-Learning

II. Apa E-learning itu ?
Sekilas perlu kita pahami ulang apa e-learning itu sebenarnya. E-learning adalah pembelajaran jarak jauh (distance learning) yang memanfaatkan teknologi komputer, jaringan komputer dan/atau Internet. E-learning memungkinkan pembelajar untuk belajar melalui komputer di tempat mereka masing-masing tanpa harus secara fisik pergi mengikuti pelajaran/perkuliahan di kelas. E-learning sering pula dipahami sebagai suatu bentuk pembelajaran berbasis web yang bisa diakses dari intranet di jaringan lokal atau internet. Sebenarnya materi e-learning tidak harus didistribusikan secara on-line baik melalui jaringan lokal maupun internet, distribusi secara off-line menggunakan media CD/DVD pun termasuk pola e-learning. Dalam hal ini aplikasi dan materi belajar dikembangkan sesuai kebutuhan dan didistribusikan melalui media CD/DVD, selanjutnya pembelajar dapat memanfatkan CD/DVD tersebut dan belajar di tempat di mana dia berada.
Ada beberapa pengertian berkaitan dengan e-learning sebagai berikut :
· Pembelajaran jarak jauh.
E-learning memungkinkan pembelajar untuk menimba ilmu tanpa harus secara fisik menghadiri kelas. Pembelajar bisa berada di Semarang, sementara “instruktur” dan pelajaran yang diikuti berada di tempat lain, di kota lain bahkan di negara lain. Interaksi bisa dijalankan secara on-line dan real-time ataupun secara off-line atau archieved.
Pembelajar belajar dari komputer di kantor ataupun di rumah dengan memanfaatkan koneksi jaringan lokal ataupun jaringan Internet ataupun menggunakan media CD/DVD yang telah disiapkan. Materi belajar dikelola oleh sebuah pusat penyedia materi di kampus/universitas, atau perusahaan penyedia content tertentu. Pembelajar bisa mengatur sendiri waktu belajar, dan tempat dari mana ia mengakses pelajaran.
· Pembelajaran dengan perangkat komputer.
E-learning disampaikan dengan memanfaatkan perangkat komputer. Pada umumnya perangkat dilengkapi perangkat multimedia, dengan cd drive dan koneksi Internet ataupun Intranet lokal. Dengan memiliki komputer yang terkoneksi dengan intranet ataupun Internet, pembelajar dapat berpartisipasi dalam e-learning. Jumlah pembelajar yang bisa ikut berpartisipasi tidak dibatasi dengan kapasitas kelas. Materi pelajaran dapat diketengahkan dengan kualitas yang lebih standar dibandingkan kelas konvensional yang tergantung pada kondisi dari pengajar.
· Pembelajaran formal vs. informal.
E-learning bisa mencakup pembelajaran secara formal maupun informal. E-learning secara formal, misalnya adalah pembelajaran dengan kurikulum, silabus, mata pelajaran dan tes yang telah diatur dan disusun berdasarkan jadwal yang telah disepakati pihak-pihak terkait (pengelola e-learning dan pembelajar sendiri). Pembelajaran seperti ini biasanya tingkat interaksinya tinggi dan diwajibkan oleh perusahaan pada karyawannya, atau pembelajaran jarak jauh yang dikelola oleh universitas dan perusahaan-perusahaan (biasanya perusahan konsultan) yang memang bergerak di bidang penyediaan jasa e-learning untuk umum. E-learning bisa juga dilakukan secara informal dengan interaksi yang lebih sederhana, misalnya melalui sarana mailing list, e-newsletter atau website pribadi, organisasi dan perusahaan yang ingin mensosialisasikan jasa, program, pengetahuan atau keterampilan tertentu pada masyarakat luas (biasanya tanpa memungut biaya).
· Pembelajaran yang ditunjang oleh para ahli di bidang masing-masing.
Walaupun sepertinya e-learning diberikan hanya melalui perangkat komputer, e-learning ternyata disiapkan, ditunjang, dikelola oleh tim yang terdiri dari para ahli di bidang masing-masing, yaitu:
§ Subject Matter Expert (SME) atau nara sumber dari pelatihan yang disampaikan
§ Instructional Designer (ID), bertugas untuk secara sistematis mendesain materi dari SME menjadi materi e-learning dengan memasukkan unsur metode pengajaran agar materi menjadi lebih interaktif, lebih mudah dan lebih menarik untuk dipelajari
§ Graphic Designer (GD), mengubah materi text menjadi bentuk grafis dengan gambar, warna, dan layout yang enak dipandang, efektif dan menarik untuk dipelajari
§ Ahli bidang Learning Management System (LMS). Mengelola sistem di website yang mengatur lalu lintas interaksi antara instruktur dengan siswa, antarsiswa dengan siswa lainnya.
Di sini, pembelajar bisa melihat modul-modul yang ditawarkan, bisa mengambil tugas-tugas dan test-test yang harus dikerjakan, serta melihat jadwal diskusi secara maya dengan instruktur, nara sumber lain, dan pembelajar lain. Melalui LMS ini, siswa juga bisa melihat nilai tugas dan test serta peringkatnya berdasarkan nilai (tugas ataupun test) yang diperoleh.
E-learning tidak diberikan semata-mata oleh mesin, tetapi seperti juga pembelajaran secara konvensional di kelas, e-learning ditunjang oleh para ahli di berbagai bidang terkait

E-learning

E-Learning

II. Apa E-learning itu ?
Sekilas perlu kita pahami ulang apa e-learning itu sebenarnya. E-learning adalah pembelajaran jarak jauh (distance learning) yang memanfaatkan teknologi komputer, jaringan komputer dan/atau Internet. E-learning memungkinkan pembelajar untuk belajar melalui komputer di tempat mereka masing-masing tanpa harus secara fisik pergi mengikuti pelajaran/perkuliahan di kelas. E-learning sering pula dipahami sebagai suatu bentuk pembelajaran berbasis web yang bisa diakses dari intranet di jaringan lokal atau internet. Sebenarnya materi e-learning tidak harus didistribusikan secara on-line baik melalui jaringan lokal maupun internet, distribusi secara off-line menggunakan media CD/DVD pun termasuk pola e-learning. Dalam hal ini aplikasi dan materi belajar dikembangkan sesuai kebutuhan dan didistribusikan melalui media CD/DVD, selanjutnya pembelajar dapat memanfatkan CD/DVD tersebut dan belajar di tempat di mana dia berada.
Ada beberapa pengertian berkaitan dengan e-learning sebagai berikut :
· Pembelajaran jarak jauh.
E-learning memungkinkan pembelajar untuk menimba ilmu tanpa harus secara fisik menghadiri kelas. Pembelajar bisa berada di Semarang, sementara “instruktur” dan pelajaran yang diikuti berada di tempat lain, di kota lain bahkan di negara lain. Interaksi bisa dijalankan secara on-line dan real-time ataupun secara off-line atau archieved.
Pembelajar belajar dari komputer di kantor ataupun di rumah dengan memanfaatkan koneksi jaringan lokal ataupun jaringan Internet ataupun menggunakan media CD/DVD yang telah disiapkan. Materi belajar dikelola oleh sebuah pusat penyedia materi di kampus/universitas, atau perusahaan penyedia content tertentu. Pembelajar bisa mengatur sendiri waktu belajar, dan tempat dari mana ia mengakses pelajaran.
· Pembelajaran dengan perangkat komputer.
E-learning disampaikan dengan memanfaatkan perangkat komputer. Pada umumnya perangkat dilengkapi perangkat multimedia, dengan cd drive dan koneksi Internet ataupun Intranet lokal. Dengan memiliki komputer yang terkoneksi dengan intranet ataupun Internet, pembelajar dapat berpartisipasi dalam e-learning. Jumlah pembelajar yang bisa ikut berpartisipasi tidak dibatasi dengan kapasitas kelas. Materi pelajaran dapat diketengahkan dengan kualitas yang lebih standar dibandingkan kelas konvensional yang tergantung pada kondisi dari pengajar.
· Pembelajaran formal vs. informal.
E-learning bisa mencakup pembelajaran secara formal maupun informal. E-learning secara formal, misalnya adalah pembelajaran dengan kurikulum, silabus, mata pelajaran dan tes yang telah diatur dan disusun berdasarkan jadwal yang telah disepakati pihak-pihak terkait (pengelola e-learning dan pembelajar sendiri). Pembelajaran seperti ini biasanya tingkat interaksinya tinggi dan diwajibkan oleh perusahaan pada karyawannya, atau pembelajaran jarak jauh yang dikelola oleh universitas dan perusahaan-perusahaan (biasanya perusahan konsultan) yang memang bergerak di bidang penyediaan jasa e-learning untuk umum. E-learning bisa juga dilakukan secara informal dengan interaksi yang lebih sederhana, misalnya melalui sarana mailing list, e-newsletter atau website pribadi, organisasi dan perusahaan yang ingin mensosialisasikan jasa, program, pengetahuan atau keterampilan tertentu pada masyarakat luas (biasanya tanpa memungut biaya).
· Pembelajaran yang ditunjang oleh para ahli di bidang masing-masing.
Walaupun sepertinya e-learning diberikan hanya melalui perangkat komputer, e-learning ternyata disiapkan, ditunjang, dikelola oleh tim yang terdiri dari para ahli di bidang masing-masing, yaitu:
§ Subject Matter Expert (SME) atau nara sumber dari pelatihan yang disampaikan
§ Instructional Designer (ID), bertugas untuk secara sistematis mendesain materi dari SME menjadi materi e-learning dengan memasukkan unsur metode pengajaran agar materi menjadi lebih interaktif, lebih mudah dan lebih menarik untuk dipelajari
§ Graphic Designer (GD), mengubah materi text menjadi bentuk grafis dengan gambar, warna, dan layout yang enak dipandang, efektif dan menarik untuk dipelajari
§ Ahli bidang Learning Management System (LMS). Mengelola sistem di website yang mengatur lalu lintas interaksi antara instruktur dengan siswa, antarsiswa dengan siswa lainnya.
Di sini, pembelajar bisa melihat modul-modul yang ditawarkan, bisa mengambil tugas-tugas dan test-test yang harus dikerjakan, serta melihat jadwal diskusi secara maya dengan instruktur, nara sumber lain, dan pembelajar lain. Melalui LMS ini, siswa juga bisa melihat nilai tugas dan test serta peringkatnya berdasarkan nilai (tugas ataupun test) yang diperoleh.
E-learning tidak diberikan semata-mata oleh mesin, tetapi seperti juga pembelajaran secara konvensional di kelas, e-learning ditunjang oleh para ahli di berbagai bidang terkait

Dunia kampus digital di Luar Negeri

.1 Mengenal Kampus Digital Tetangga
CONTOH :Universitas Waseda, Jepang
Infrastruktur : Komputer dan Internet
Digitalisasi kampus Okuba, Universitas Waseda, didukung dengan disediakannya kurang lebih 600 komputer dengan sistem operasi Windows dan UNIX , yang bebas dipakai mahasiswa untuk mengerjakan tugas-tugas kampus maupun untuk keperluan pribadi. Selain itu , sekitar 5000 komputer di dalam kampus termasuk di pusat riset dan laboratorium terkoneksi dalam jaringan internet berkecepatan tinggi.
Jaringan kabel serat optik mendukung jaringan Ethernet Gigabit dalam kampus. Ada beberapa jalur Gigabit yang terhubung ke sumber luar kampus didesain untuk kecepatan yang dapat diandalkan , dilengkapi firewall dan alat keamanan jaringan yang memadai.
Pada ruang-ruang terbuka di kampus (misalnya di student lounges) tersedia koneksi jaringan LAN dan nirkabel (IEEE-802.11b) , sehingga laptop mahasiswa dapat terhubung ke jaringan internet. Ada kelas khusus yang didesain untuk pembelajaran berbasis jaringan (network style learning) sehingga mahasiswa dapat memakai komputer laptop-nya di kelas.
Komunikasi
"Waseda-net mail" adalah alamat email yang diberikan kepada mahasiswa baru untuk berbagai keperluan, misalnya : mengumpulkan tugas kelas, konsultasi dengan pengajar, dan komunikasi antar-mahasiswa. Email diharapkan dapat menjadi bagian hidup mahasiswa.
Perlu diketahui bahwa alamat email tersebut tetap dapat diaktifkan meskipun mahasiswa tersebut telah lulus. Ini merupakan strategi jitu universitas untuk selalu dapat berhubungan dengan alumninya, misalnya untuk mendapatkan umpan balik, promosi kegiatan, dan juga fasilitas bagi alumni untuk selalu terkoneksi dengan jaringan antar alumni, dan lain sebagainya. Kondisi tersebut dapat terlaksana dengan baik karena infrastruktur yang tersedia sudah sangat baik (cepat) dan andal (setiap saat dan dari mana saja dapat diakses).
Setelah log-in pada Portal Web Waseda maka siswa mendapat berbagai pelayanan on-line, misalnya pendaftaran email, melihat hasil ujian dan informasi karir. Selain itu, dapat juga berfungsi untuk mendukung pembelajaran di kelas apabila diminta, misalnya menampilkan materi yang dapat di down-load, maupun mencari laporan-laporan yang pernah terbit. Jadi, Portal Web Waseda menjadi interface kampus yang dapat diakses setiap saat.
Tersedia juga "Web Site untuk telpon selular" , mahasiswa dapat memanfaatkan untuk mendapat informasi terkini mengenai pengumuman kampus , misalnya pembatalan kelas (jika ada), jadwal pengajaran dan ketersediaan komputer atau ruang yang dapat dipakai. Tidak disebutkan apakah sudah ada usaha untuk memanfaatkan SMS untuk pembelajaran

gaya hidup zaman globalisasi

Gaya hidup zaman globalisasi

Teknologi Informasi
Perubahan bisa dianggap sebagai suatu hal yang baik, atau sedikitnya mengarah ke perbaikan, terutama kalau kita menginginkan perubahan. Belakangan mi banyak sekali perubahan di teknologi informasi, demikian juga dibidang telekomunikasi - kebanyakan disebabkan karena banyaknya kompetisi didunia bisnis di era dini.
Setiap kali kita mengenyami atau menerima suatu perubahan yang begitu cepat bahwa teknologi ini-lah yang tercanggih, ternyata umur kecanggihan itu bersifat sementara, sesuatu teknologi baru akan muncul yang lebih canggih untuk menggantikan teknologi yang sudah lama yang muncul di arena teknologi, dan muncul di pasar sebagai produk yang tersedia untuk masyarakat umum.
Perubahan di dunia PC dan Telekomunikasi sedemikian cepat, pada tiga tahun terakhir mi kita sudah lupa bahwa teknologi yang lalu sudah tidak Iaik untuk bisa dimanfaatkan untuk aplikasi yang dibutuhkan sekarang.
Di zaman modern seperti sekarang ini shopping di mall merupakan kegiatan paing mengasyikan khususnya bagi kaum Hawa. Dalam hal ini Shopping di mall akan menemukan titik keseimbangan dengan tumbuhnya ebusiness business to consumer. Meskipun di Indonesia menurut bebenapa pakar internet mi masih merupakan hal yang langka, mungkin pemenintah atau NGO bisa menyelidiki penyebab hambatan. Selain itu sebagai contoh lain pembelian ticket pesawat terbang ataupun kereta api sudah mulai memasuki dunia online dan berjalan Iancar di negara tertentu.
Untuk para ibu numah tangga, mencari resep masak, dari penjuru dunia sekarang bukan berarti membeli buku masak , tebal dan berat dan akan memakan tempat di bookshelf anda. Dengan Search Engine di website yang tersedia anda bisa mencani resep Boston Brownie, Clam Chowder, Spagghetti Maninara, dalam beberapa menit, tentunya anda membutukan printer untuk bisa mem-pnint out resep tersebut mengingat betapa sulitnya jika anda membawa notebook atau PC anda kedapun dan harus online terus menerus selama anda melakukan gourmet experiment anda.

Selasa, 27 November 2007

pertekom di mall

allbandung.com > Ekonomi

Bisakah Belanja Online Di Mall dan Town Square

Posted by : Bandung - 24 September 2007

Bisakah Belanja Online Di Mall dan Town Square


Tentunya hampir semua orang menyukai berbelanja di mall, town square dan supermarket terutama bagi orang yang berkantong tebal atau dalam kategori kelas menegah ke atas tentunya. Namun masih banyak yang belum memperhatikan bahwa mereka juga dapat mengunjungi shopping mall melalui media internet! Belanja di mall menjadi populer karena kita dapat mengunjungi berbagai toko dalam satu gedung yang nyaman. Demikian juga dengan berbelanja di online mall, kita dapat mengunjungi berbagai toko bahkan berbagai mall tanpa harusmeninggalkan rumah.

Masalah yang timbul adalah apakah mall-mall di kota-kota besar seperti Bandung telah menerapakan system penjualan Online? Sampai sekarang masih belum jelas melihat gejolak mall-mall di Bandung menuju hal itu, padahal paket penujualan Online mempunyai pangsa pasar yang lebih besar. Menurut perkiraan, pada tahun 2015 mayoritas penduduk Amerika Serikat, Eropa, Australia dan Jepang akan banyak melakukan belanja Online. Sementara sampai saat ini di sebagian besar negara-negara Asia, belanja online masih belum menjadi tren.

Memperhatikan semakin seringnya terjadi kemacetan di berbagai kota besar di Indonesia lainnya, maka hal ini sebetulnya akan mendorong semakin cepatnya perkembangan laju trend belaja Online. Kenapa trend tersebut dapat terjadi? Jawabanya: karena sekarang ini setiap orang membutuhkan kenyamanan dan belaja Online menyediakan hal itu.

Misalkan kita melakukan belanja Online, kita tidak perlu mengemudikan kendaraan untuk pergi dari toko ke toko atau mall ke mall, menghadapi kemacetan di jalan raya, bersusah payah dalam mencari tempat parkir, menghabiskan waktu berjam-jam untuk memilih barang dan membandingkan harga, dan pada akhirnya harus mengantri untuk melakukan pembayaran. Khususnya hal seperti ini dapat terjadi saat menjelang hari-hari besar (holiday season).

Beberapa gambaran di atas merupakan peluang usaha tersediri yang sangat potensial dan perlu disikapi secara serius oleh setiap pengusaha mall/town square/supermarket di Bandung, karena konsep belaja OL tetunya akan semakin merebak sejalan dengan laju perkembangan Teknologi Informasi dan keinginan serba praktis dari setiap orang.

Memang sekarang ini, belanja melalui online masih membuat khawatir dan ragu bagi sebagian orang yang baru di dunia internet. Namun sejalan dengan waktu dan perkembangan IT berbelanja Online tidak akan menjadi sebuah masalah bahkan akan menjadi sebuah pengalaman yang menarik bagi setiap orang.

Menaggapi hal ini, sebaiknya mulai dari sekarang mall-mall di Bandung harus segera merancang system yang baik, bagaimana memasarkan produknya secara online. Tentunya, pembuatan Website jenis Online store merupakan solusi yang tepat untuk menyikapi peluang usaha ini.

pertekom

Fenomena Fakultas Ilmu Komunikasi
Tidak Mudah Menjadi Kampus Favorit

PERKEMBANGAN media massa televisi, radio, internet, dan koran, kini seperti cendawan di musim hujan. Efeknya, banyak orang yang ingin bekerja di bidang itu. Hal itu pun mendorong maraknya pembukaan program studi ilmu komunikasi di perguruan tinggi.

Zaman Orde Baru, perusahaan koran yang memiliki Surat Izin Umum Penerbitan Pers (SIUPP) cuma 321. Saat itu media televisi juga hanya TVRI. Tapi, setelah Mei 1998, semuanya berubah. Reformasi membawa angin baru. Media massa cetak muncul seperti cendawan di musim hujan. Hanya dalam tempo satu tahun setelah reformasi, jumlah media massa cetak berubah menjadi 852 perusahaan. Kini, jumlah itu berkembang terus.

Lantas media elektronik, televisi dan radio, serta internet juga mengalami booming luar biasa. Sejak diterbitkannya UU Penyiaran, televisi nasional bertambah menjadi 10. Radio, sudah tidak terhitung.

Di tingkat lokal Bandung saja, televisi sudah marak. Lihat saja kemunculan Bandung TV, CT Channel, STV, dan Padjadjaran TV. Radio lokal juga tidak terhitung. Sampai-sampai kanal frekuensi radio di Bandung disebut terpadat se-Indonesia.

Perubahan-perubahan tadi diduga menjadi penyebab banyaknya orang yang ingin bekerja di tempat itu. Hal ini telah menggugah pengelola perguruan tinggi di Indonesia untuk membuka program studi baru yang terkait kebutuhan industri. Sebut saja salah satunya, di bidang sosial, lulusan ilmu komunikasi.

Tidak tentu jumlah fakultas, departemen atau jurusan ilmu komunikasi di Indonesia. Untuk sisi Bandung saja, 10 jari habis untuk mendata universitas, dan sekolah tinggi yang memasang iklan disiplin ilmu tersebut. Beberapa waktu lalu di Salatiga, Jawa Tengah, terdapat 37 pengelola perguran tinggi yang membuka sekolah tinggi, fakultas atau jurusan ilmu komunikasi.

Contoh, Universitas Padjadjaran dan Universitas Islam Bandung. Unpad bisa dikatakan satu-satunya Perguruan Tinggi Negeri di Indonesia yang meletakkan disiplin ilmu komunikasi sebagai fakultas. Fakultas ini memiliki beberapa program studi, untuk S1, yaitu Jurnalistik, Hubungan Masyarakat, Manajemen Komunikasi, dan Ilmu Informasi dan Perpustakaan.

LANTAS apa alasan mahasiswa memilih Fikom? Sesuai dengan ilustrasi perkembangan perusahaan media massa, orang memilih Fikom karena dianggap memiliki masa depan cerah. Orang yakin, dengan memilih fakultas ini mencari kerja pun mudah.

Seperti , M. Yusuf Yaris, mahasiswa Fikom Unisba angkatan 2006. Ia punya tujuan yang sangat sederhana ketika ditanya alasan memilih Fikom. Ia berkata, "Dunia entertaiment tidak bakal mati."

Selain Yusuf, beberapa mahasiswa Fikom dari beberapa kampus lain, juga menyatakan hal yang mirip. Rata-rata punya keinginan praktis. Misalnya, ada yang ingin jadi jurnalis, humas, Master of Ceremony, dan penyiar radio.

Tapi, faktanya jarang mahasiswa baru yang paham terhadap pilihannya. Mahasiswa mengeluh kenapa masuk ilmu komunikasi masih harus belajar sosiologi, psikologi, antropologi dan cabang-cabang lain dalam ilmu sosial. Malah, ada yang mengeluh kenapa harus belajar statistika. Padahal, konon, anak-anak yang masuk ilmu komunikasi karena tidak mau bertemu hitung-hitungan matematika seperti statistika.

Guru Besar Fikom Unpad, Deddy Mulyana, menjelaskan, sejak awal ilmu komunikasi ada di Indonesia memang sudah terkait dengan citra sebagai ilmu praktis. Saat Fikom Unpad masih bernama Fakultas Publisistik, mahasiswa yang masuk fakultas ini selalu dikaitkan dengan tujuan menjadi wartawan.

Ia menjelaskan, keberadaan ilmu komunikasi itu tidak lepas dari dua arus di Amerika dan Jerman. Orang Amerika memang memiliki kesan ilmu komunikasi sebagai ilmu praktis. Dan, di Jerman, konsentrasi pelajar mengarah pada kajian filsafat ilmu dari ilmu komunikasi.

Namun, di Amerika, kata profesor ini, citra praktis tidak lantas membatasi ruang gerak disiplin ilmu komunikasi. Di negeri paman sam, seorang yang belajar komunikasi bisa menjadi sutradara, direktur suatu perusahaan, dan penulis skenario. Dasarnya komunikasi, tapi penggunaannya bisa kemana-mana.

Kalau menurut akademisi dari Unisba, Alex Sobur, sifat umum yang dimiliki ilmu komunikasi merupakan kekuatan. Banyak warna yang menambah pengetahuan mahasiswa. Singkatnya, mahasiswa ilmu komunikasi bisa tanding bicara dengan jurusan sosial lain seperti politik, sosiologi, antropologi dan sejarah.

Namun, di balik sebuah kekuatan ada pula tantangan. Ilmu komunikasi terus berkembang. Malah lebih pesat dari apa yang diajarkan di kampus. Misalnya, lihat perkembangan teknologi komunikasi saat ini ada tanda-tanda menggeser teori ilmu komunikasi massa.

Umpamanya, teori yang mengatakan bahwa komunikasi massa bersifat satu arah, ternyata perlu dikoreksi dengan hadirnya sifat interaktif di media televisi dan radio. Lalu, teori yang menyebut media cetak dan penyiaran terpisah juga perlu dikoreksi.

Awal tahun ini, konglomerat Microsoft, Bill Gates, sesumbar di ajang World Economic Forum yang digelar di Davos, Swiss, internet akan menggeser era televisi dalam waktu lima tahun lagi.

Seperti yang diberitakan Reuters (27 Januari 2007), internet diperkirakan akan mengubah peran televisi (TV). Ini dikarenakan maraknya konten video online dan penggabungan fungsi PC (komputer) dan TV.

Perubahan yang begitu cepat, menurut Deddy Mulyana, merupakan tantangan bagi akademisi. Kualitas pengajar dan apa yang diajarkan menjadi titik tolak mahasiswa bersaing. Menurut Deddy, masalah SDM ini merupakan kelemahan pertama fakultas atau jurusan ilmu komunikasi.

Fakta di Jawa Barat, keberadaan seorang guru besar ilmu komunikasi baru ada dua orang. Salah satunya, Deddy Mulyana. Para pengajar, juga masih jarang yang bergelar doktor. Berbeda dengan di Amerika, di mana sebuah departemen atau jurusan dibimbing oleh dosen bergelar doktor.

Lalu, menurut Alex Sobur, masih sedikit jurnal ilmiah atau dosen yang mau menulis di jurnal ilmiah. Unisba punya jurnal komunikasi internal bernama Mediator. Tapi, kata Alex, yang menulis sangat sedikit dan orangnya tidak berganti. "Ini adalah fenomena umum yang terjadi," katanya.

Tantangan lain tentu pada kemampuan kampus menyerap teknologi komunikasi. Menurut Pembantu Dekan 1 Unisba, Teguh Prayitno, tidak semua kampus memenuhi sarana laboratorium, seperti, multimedia dan audivisual. Karena itu, saat pengelola perguruan tinggi yang memiliki ilmu komunikasi bertemu di Salatiga, minggu lalu, ada wacana untuk membuat standarisasi laboratorium.

Masalah-masalah lain yang sedang dihadapi oleh program studi ilmu komunikasi adalah kurikulum. Rata-rata kampus baru mengoreksi kurikulumnya 2-3 tahun sekali. Tapi, siapa yang bisa menerka berapa cepat perubahan teori dan teknologi di luar kampus?

Dekan Fikom Unpad, Soeganda Priyatna, yakin kurikulumnya selalu siap mengantisipasi perubahan. Ia mengklaim selalu menyimak gejala perubahan sehingga kurikulum bisa direvisi.

Deddy Mulyana mengatakan, mahasiswa dan dosen ilmu komunikasi sudah selayaknya gaul. Bukan cuma ke dunia gemerlap, tapi aktif mengikuti seminar, dan membuka jurnal ilmiah guna mengetahui perubahan. "Kalau nggak begitu bisa ketinggalan," katanya.

Jika tidak gaul, mahasiswa ilmu komunikasi bakal kerepotan bersaing. Sebab, sudah mulai era campur aduk. Mahasiswa dengan dasar ilmu teknologi saja sudah mulai belajar ilmu komunikasi. Nah, mampukah kampus dan mahasiswa ilmu komunikasi membaca situasi ini?

Rabu, 07 November 2007



Haaaiiii..... friends....guys....
Hal yang tidak bisa kita lupakan pada waktu sekolah ialah pada waktu kita masih bersekolah SMA dulu. Pas SMA memang dunia yang amaaaattt menyenangkan karena bisa menemukan teman-teman yang asyik dan menyenangkan. aq jd kangen nich... sama teman-temanku pas SMA rasanya ingin ngadain reunian lagi kayak dilu bisa nggosip[ bareng, nongkrong bareng, foto-foto and jalan-jalan baareeng lagi.....^-^